budidaya ikan koki

ikan mas koki merupakan ikan dari golongan ikan mas yang memiliki bentuk tubuh bulat (biasanya disebut koki mutiara) dengan kepala yang kecil dan ekor yang lebar sampai membuat ikan ini sulit untuk berenang dengan gesit. ikan ini memiliki warna yang beraneka ragam, ada yang kuning, putih, hitam, dan jingga. ikan mas koki biasanya dibudidayakan untuk dijual sebagai ikan hias bukan ikan konsumsi. ikan hias ini memiliki harga yang cukup baik, dimana pangsa pasar ikan ini bukan hanya indonesia tapi banyak di ekspor ke
malaysia, thailand filiphina sampai negri cina serta negara-negara eropa.
untuk membudidayakan ikan ini terlebih dahulu harus mengetahui cara memijah ikan ini, berikut ini adalah cara memijahnya:
1. pemilihan induk:
 a. induk yang baik dan siap dipijah memiliki panjang tubuh mencapai 7 cm (minimal) atau sebesar telur bebek dan memiliki umur lebuh dari 7 bulan.
 b. bilih yang bertubuh bagus, dengan ekor yang lebar, sirip yang tegak saat bergerak, kepala kecil dan sisik yang indah atau tidak rontok.
 c. untuk mendapatkan anakan yang berwarna, maka induk harus memiliki tubuh yang polos tapi berbeda antara jantan dan betina, misalnya betina berwarna putih jantan berwarna kuning.
2. cara memijah:
 a. akuarium atau kolam yang bersih diberi air lalu diendapkan kira-kira satu hari satu malam, kemudian taruh eceng gondok di dalamnya untuk melekatkan telur.
 b. pilih induk yang telah matang telur lalu dimasukkan dalam kolam pemijahan pada sore hari, biasanya keesokan pagi telur sudah menempel pada eceng gondok.
 c. lalu induk bisa dipindahkan ke kolam penampungan induk untuk kemudian dipijahkan 1 bulan lagi. biarkan telur sampai menetas, jaga agar tidak terkena suhu yang terlalu ekstrim dan jauhkan dari hewan pemangsa yang ada.
3. pemeliharaan benih:
 a. setelah 2 sampai 3 hari maka telur akan menetas, pada hari ke 3 benih ikan sudah dapat di beri makan berupa kutu air yang telah  kita saring.
 b. setelah berumur 15 hari, benih mulai bisa diberi makan cacing rambut sebagai tambahan kutu air.
 c. jaga ketinggian air 10 - 15 cm dengan pergantian air satu minggu sekali, air diganti dengan air yang diendapkan lebih dahulu.
 d. gunakan eceng gondok untuk melindungi benih dari sinar matahari yang terik.
4. pembesaran:
 a. pembesaran dilakukan setelah benih berusia 1 bulan
 b. pada saat pembesaran akan memerlukan banyak sinar matahari, maka eceng gondok dikurangi
 c. makanan masih berupa cacing rambut, diberikan pagi hari...jika ada sisa sore harinya diangkat
 d. setelah usia ikan 4 bulan lebih, maka ikan sudah dikatakan calon induk, ikan jantan dan betina bisa dipisahkan untuk dipijah pada usia 8 bulan.

Artikel Terkait ikan hias